Aktivis Pemerhati Peduli Tabagsel Minta Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Evaluasi Kinerja Direktur PDAM Tirta Ayumi


 PADANGSIDIMPUAN,-

Beberapa hari dalam bulan ini Kota Padangsidimpuan dilanda hujan terus menerus, hingga mengakibatkan terjadinya banjir bandang dan tanah longsor khususnya di titik- titik daerah Kota Padangsidimpuan.


Entitas curah hujan yang tinggi dan terus mengguyur daerah Kota Padangsidimpuan mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor sehingga merusak beberapa fasilitas seperti Pipa Aliran Air Bersih ke rumah warga.

 

Pipa saluran air bersih yang bersumber dari Simatohir ke bendungan Hapinis Kelurahan Batunadua Julu Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan terputus, kurang lebih 10 hari dan Pipa Aliran Air Bersih tak kunjung selesai diperbaiki, akibatnya 1400 KK pelanggan atau rumah warga tidak teraliri air bersih.


Masyarakat yang tinggal di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua kelurahan Batunadua Julu Kota Padangsidimpuan saat di wawancara dan tidak mau disebutkan namanya menyampaikan, Mendesak Pemerintah Kota Padangsidimpuan khususnya bapak Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe untuk segera memerintahkan PDAM Tirta Ayumi segera melakukan perbaikan atas putusnya Pipa aliran air bersih yang berdampak pada 1400 KK  di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.


Dilanjutkan, "Sudah 1 minggu lebih Pak walikota Padangsidimpuan kami tidak menggunakan air bersih, mengingat kebutuhan air bersih sangatlah penting bagi kami dalam kebutuhan sehari-hari, kami mohon Pak Walikota Padangsidimpuan agar memberikan perhatian khusus bagi kami.” ujarnya.


Direktur PDAM Tirta Ayumi Padangsidimpuan Haris Batubara didampingi staf nya dan beberapa petugas di lapangan, awak media melakukan wawancara, beliau mengungkapkan telah melakukan monitoring terkait perbaikan yang sedang mereka lakukan atas kerusakan Pipa Aliran bersih yang kita alami di PDAM Tirta Ayumi dari bencana banjir dari tanggal 24 kemarin, “ini salah satu usaha yang kita lakukan untuk menormalkan kembali layanan kita yang ada di PDAM Tirta Ayumi, sehingga harapannya masyarakat yang berada di daerah layanan PDAM Tirta Ayumi Padangsidimpuan bisa teratasi dengan baik dan mendapatkan pasokan air seperti sebelum-sebelumnya.” Pungkas Direktur PDAM Tirta Ayumi Padangsidimpuan.


Ditambahkan, Direktur PDAM Tirta Ayumi Haris Batu Bara menuturkan: “kepada Bapak/Ibu masyarakat yang terdampak khususnya di daerah Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua mohon maaf kami sampaikan atas gangguan layanan yang terjadi, kami dari PDAM Tirta Ayumi berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan perbaikan sesegera mungkin, apa yang bapak ibu rasakan juga kami rasakan secara langsung dampak tidak teralirinya pasokan air bersih, mohon doanya mudah-mudahan hari ini maksimal sampai besok sudah bisa kita lakukan normalisasi layanan, karena kondisi kerusakan juga cukup parah sehingga pekerjaan juga cukup lama.”


Salah satu Aktivis Pemerhati Peduli Keadilan Tabagsel Rasyid Harahap berikan Tanggapan, telah terjadi putusnya Pipa aliran bersih yang berdampak pada 1400 KK di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua menunjukkan lambannya kinerja dari PDAM Tirta Ayumi Padangsidimpuan.


“Setahu saya sebelum terjadinya banjir bandang air di daerah batunadua sudah tidak mengalir bahkan di beberapa lokasi sudah ada sekitar satu bulan air PDAM Tirta Ayumi tidak mengalir,saya menilai bahwa kinerja direktur PDAM Tirta Ayumi memang tidak profesional.” Ujar Rasyid Harahap.


“Kita minta kepada Walikota Padangsidimpuan untuk segera mencopot atau mengevaluasi kinerja Direktur PDAM Tirta Ayumi Padangsidimpuan yang kami nilai gagal mengelola air bersih dan tidak peduli atas derita rakyat.” Pungkas Rasyid Harahap.


Awak media mencoba konfirmasi salah satu Wakil Rakyat atau anggota DPRD di Kota Padangsidimpuan atas persoalan putusnya Pipa Air Bersih di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, hingga berita ini naik ke publik Wakil Rakyat Tersebut tidak peduli dan tidak memberikan tanggapan sama sekali.(tim)


Posting Komentar

0 Komentar